Tanah Datar – (JMG) Pemerintah Nagari Lawang Mandahiling menggelar Musyawarah Nagari (Musnag) Tahun 2026 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nagari Tahun 2027 dan penyusunan Daftar Usulan (DU) RKP Tahun 2028, Kamis (11/6). Kegiatan yang berlangsung di aula nagari tersebut menjadi forum strategis dalam menentukan arah pembangunan nagari untuk dua tahun mendatang.
Musyawarah dihadiri unsur pemerintah nagari, Badan Permusyawaratan Rakyat Nagari (BPRN), tokoh masyarakat, niniak mamak, bundo kanduang, pemuda, kader kesehatan, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah terkait.
Ketua BPRN Lawang Mandahiling, Yuskal, dalam sambutannya menegaskan bahwa Musnag merupakan wadah penting untuk menyatukan berbagai aspirasi masyarakat menjadi program pembangunan yang terukur dan tepat sasaran.
Menurutnya, setiap usulan yang muncul dalam musyawarah harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat serta diselaraskan dengan kemampuan keuangan nagari dan kebijakan pembangunan daerah.
Musnag bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum untuk memastikan pembangunan nagari berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Semua elemen harus aktif memberikan masukan agar program yang dirumuskan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Dalam paparannya, Yuskal menjelaskan bahwa BPRN memiliki tanggung jawab mengawal proses perencanaan pembangunan agar berlangsung transparan, partisipatif dan akuntabel. Ia berharap seluruh usulan yang masuk dapat diprioritaskan berdasarkan urgensi, manfaat dan dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Wali Nagari Lawang Mandahiling, Zulfirman, menyoroti pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat, khususnya terkait percepatan penurunan angka stunting.
Dalam sambutannya, Zulfirman menyampaikan bahwa rembuk stunting menjadi bagian penting dalam Musnag karena menyangkut kualitas generasi masa depan. Menurutnya, penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Penanganan stunting harus menjadi perhatian bersama. Kita ingin memastikan anak-anak di Nagari Lawang Mandahiling tumbuh sehat, cerdas dan memiliki masa depan yang lebih baik. Karena itu, program-program yang mendukung peningkatan gizi, kesehatan ibu dan anak serta sanitasi harus menjadi prioritas,” katanya.
Selain isu stunting, Zulfirman juga memaparkan sejumlah prioritas pembangunan nagari yang akan menjadi fokus pada tahun 2027. Di antaranya peningkatan infrastruktur dasar, penguatan sektor pertanian, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan pelayanan publik serta pengembangan sumber daya manusia.
Ia menegaskan bahwa seluruh program yang direncanakan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung visi pembangunan Kabupaten Tanah Datar.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMDPPKB) Kabupaten Tanah Datar, Dodi Prihatin, memberikan arahan terkait penyusunan RKP Nagari Tahun 2027 dan Daftar Usulan RKP Tahun 2028.
Dodi menekankan bahwa penyusunan dokumen perencanaan harus mengacu pada regulasi yang berlaku serta selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah dan nasional.
Menurutnya, pemerintah nagari dituntut menyusun program yang realistis, terukur dan memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
RKP Nagari harus disusun berdasarkan data yang akurat dan kebutuhan masyarakat yang benar-benar prioritas. Perencanaan yang baik akan menghasilkan pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan,” jelasnya.
Dalam paparannya, Dodi juga mengingatkan pentingnya sinkronisasi antara program nagari dengan program pemerintah daerah agar usulan yang masuk dalam DU RKP Tahun 2028 memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan dukungan anggaran dan pelaksanaan.
Ia menambahkan bahwa pemerintah nagari perlu memberikan perhatian khusus pada program pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kualitas pelayanan dasar.
Musyawarah berlangsung dinamis dengan berbagai usulan dan masukan dari peserta. Sejumlah kebutuhan pembangunan yang mengemuka antara lain peningkatan jalan lingkungan, pembangunan sarana pertanian, penguatan kelompok usaha masyarakat, peningkatan fasilitas kesehatan dan pendidikan, serta program pemberdayaan perempuan dan pemuda.
Melalui Musnag tersebut, diharapkan tersusun dokumen perencanaan pembangunan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh sekaligus menjadi pedoman pembangunan Nagari Lawang Mandahiling pada tahun-tahun mendatang.
Dengan semangat partisipatif dan kebersamaan, Musnag Nagari Lawang Mandahiling menjadi langkah awal dalam merumuskan pembangunan yang lebih terarah, berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.(RN)












