Editor : De Ola
Padang Panjang, (JMG) Pelaksanaan proyek rehabilitasi MAN 3 Padang Panjang mendapat perhatian publik, khususnya terkait aspek keterbukaan informasi.
Hingga saat ini, papan informasi proyek di lokasi tersebut belum terlihat terpasang, meski pekerjaan telah berjalan.
Proyek yang bersumber dari dana pemerintah itu mengacu pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) serta Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang telah diperbarui melalui Perpres Nomor 12 Tahun 2021.
Regulasi tersebut menekankan pentingnya transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas dalam setiap kegiatan pembangunan.
Ketua Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Padang Panjang, Rinaldi, atau yang lebih akrab disapa dengan sebutan Pak Cee, saat ditemui di kantornya memaparkan bahwa keberadaan papan informasi proyek merupakan bagian penting dari keterbukaan kepada masyarakat.
“Papan informasi proyek menjadi bentuk transparansi kepada publik, sehingga masyarakat dapat mengetahui pelaksanaan kegiatan yang menggunakan anggaran negara.
Tanpa itu, informasi menjadi terbatas dan berpotensi menimbulkan persepsi negatif,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, proyek yang berada di bawah koordinasi Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat ini telah berjalan sejak Februari 2026 dan dikerjakan oleh PT Adhi Karya dengan melibatkan subkontraktor lokal.
Namun, informasi terkait nilai anggaran, waktu pelaksanaan, dan rincian pekerjaan belum tersedia di lokasi proyek.
Kepala MAN 3 Padang Panjang, Julpiadi Hutabarat sewaktu ditemui wartawan online Jejak 77 top saat itu menyampaikan bahwa sekolah berperan sebagai penerima manfaat dari kegiatan tersebut.
“Kami tidak terlibat dalam teknis pelaksanaan. Saat ini kami fokus pada penataan dan pengumpulan aset hasil pembongkaran,” ujarnya.
Kaur TU MAN 3, Ibrahim, menambahkan bahwa proses inventarisasi aset masih berlangsung seiring dengan pekerjaan pembongkaran yang belum selesai. Ia memastikan bahwa seluruh aset tetap berada di lingkungan sekolah.
Sementara itu, berdasarkan pengamatan di lokasi, material hasil pembongkaran telah dikumpulkan di area belakang sekolah dan masih dalam proses penataan.
Pada konfirmasi Senin, 13 April 2026, oleh media online Jejak 77 Top di lokasi proyek, pengawas lapangan PT Adhi Karya, Kas Yanto, menyampaikan bahwa pekerjaan telah dimulai menjelang Ramadan dan ditargetkan selesai pada Juni 2026.
Namun demikian, ia mengarahkan agar informasi lebih lanjut disampaikan melalui pihak humas perusahaan.
Menanggapi hal tersebut, Humas PT Adhi Karya wilayah Padang, Awal Fajar, melalui pesan WhatsApp menjelaskan bahwa papan informasi proyek saat ini sedang dalam proses pencetakan.
“Untuk papan informasi, di beberapa lokasi sudah terpasang seperti di MAN 2 dan lokasi lainnya. Sementara untuk MAN 3 masih dalam proses cetak karena adanya antrean di percetakan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemasangan papan informasi akan segera dilakukan.
“Insya Allah papan informasi akan terpasang sore ini atau paling lambat besok pagi,” tambahnya.
Dengan adanya penjelasan dari berbagai pihak, diharapkan keterbukaan informasi terkait proyek ini dapat semakin meningkat seiring dengan progres pekerjaan di lapangan.(YB)












