Untuk Memastikan MBG Sesuai Standar, Wakil Bupati Lakukan Monitoring Di Beberapa Sekolah

Editor : Hari Styn

Boyolali ( JMG ) Berdasarkan kebijakan dari Pemerintah pusat, program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Boyolali diberikan kepada anak sekolah berupa makanan kering yang bisa dikonsumsi saat berbuka puasa nanti.Kamis 26 Febuari 2026.

Kebijakan baru itu, Wakil Bupati (Wabup) Boyolali Dwi Fajar Nirwana yang merupakan Ketua Satgas SPPG Kabupaten Boyolali melakukan monitoring menu MBG yang diberikan saat bulan puasa ini di beberapa sekolah.

Pada monitoring ini, Wabup Fajar didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali FX. Kristandiyoko, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali Dwi Hari Kuncoro, Asisten Perekonomian dan Pembangunan.

Sekda Kabupaten Boyolali Ahmad Gojali dan ahli gizi Wabup Fajar menyampaikan kepada boyolali.

kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan apakah menu MBG yang diberikan sudah sesuai dengan nilai gizi, gramasi, budget serta aman dikonsumsi saat buka puasa.

Pihaknya mengungkapkan, ada temuan menu yang masih kurang memenuhi standar, sehingga Wabup Fajar memberikan masukan kepada SPPG terkait, agar kedepannya memperbaiki menu yang dibagikan kepada para siswa.

Wabup wanita pertama di Kota Susu tersebut juga mengimbau kepada anak-anak ataupun wali murid untuk selalu berkomunikasi kepada sekolah jika terjadi hal yang tidak diinginkan, agar nantinya pihak sekolah akan menegur Kepala SPPG setempat untuk dilakukan perbaikan.

Jika nanti tidak ada evaluasi dari pihak SPPG, maka pihak sekolah bisa melaporkan kepada Satgas MBG. “Mari sama-sama kita sukseskan program MBG ini, biar niat baik dari pemerintah bisa terwujud, anak-anak Indonesia tumbuh dengan sehat untuk menuju generasi emas 2045.” ajak Wabup Fajar.

Senada, Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali yang akrab disapa Kris ini mengatakan, bagaimana menu MBG ini bisa menjadikan anak-anak sebagai generasi emas 2045.

Sehingga diperlukan menu MBG yang sesuai standar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Ia pun menjelaskan, jangan sampai anak-anak mendapatkan makanan yang bisa menyebabkan penyakit kedepannya.

Jika terlalu banyak mengandung tepung dan gula akan menjadi diabetes, sedangkan makanan yang terlalu asin akan menyebabkan hipertensi.

“Kita berharap anak-anak ini bisa tumbuh menjadi generasi yang unggul, sehat dan cerdas dari MBG ini.” ujar Kris.

( Dwi N )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *