Editor : De Ola
Tanah Datar (JMG) Menindaklanjuti maraknya laporan masyarakat terkait balap liar, aksi standing motor, serta penggunaan knalpot tidak sesuai standar pabrik, jajaran Polsek Lintau Buo Utara menggelar razia terpadu pada Senin sore (23/02). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan warga khususnya selama Bulan Suci Ramadan.
Kapolsek Lintau Buo Utara, Ipda Ikhsan Maulana, menegaskan bahwa razia tersebut murni menindak lanjuti aspirasi masyarakat. Menurutnya, aksi ugal-ugalan di jalan raya dan kebisingan knalpot brong berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan sekaligus mengganggu ketenangan warga saat beribadah.
Langkah yang kami lakukan sore ini adalah respons atas laporan warga. Aktivitas balap liar dan kebisingan knalpot yang tidak sesuai standar sudah sangat meresahkan. Karena itu, kami lakukan penertiban dan penindakan sesuai aturan,” ujarnya.
Razia ini melibatkan unsur Forkopimca, yakni Camat, Koramil, serta dukungan personel Satuan Lalu Lintas Polres Tanah Datar. Dari hasil kegiatan, petugas menemukan sejumlah kendaraan dengan knalpot tidak standar dan langsung melakukan penilangan oleh Satlantas Polres Tanah Datar.
Di tempat yang sama, Camat Lintau Buo Utara, Edo Fakhrhazi, menyampaikan dukungannya terhadap langkah penegakan hukum tersebut. Ia menilai razia ini penting untuk membangun kesadaran kolektif, terutama di kalangan generasi muda.
Pemerintah kecamatan mendukung penuh kegiatan ini. Razia bukan untuk mempersulit masyarakat, melainkan untuk melindungi keselamatan bersama dan menjaga ketenangan sosial. Ramadan adalah momentum meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak, termasuk tertib berlalu lintas,” tegas Edo.
Ia juga mengajak para orang tua dan tokoh masyarakat untuk berperan aktif mengawasi serta membimbing anak-anak muda agar menyalurkan hobi secara positif dan aman. “Kami ingin Lintau Buo Utara menjadi wilayah yang nyaman, aman, dan religius selama Ramadan,” tambahnya.
Kapolsek turut menghimbau para pemuda agar menghentikan aktivitas yang berpotensi membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Mari kita jaga suasana Ramadan ini. Bulan suci hanya datang sekali setahun—biarkan orang tua dan masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk tanpa gangguan,” pungkasnya.
Razia terpadu ini akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk komitmen aparat dan pemerintah kecamatan dalam menjaga ketertiban umum serta merespons keluhan warga secara tegas. (RN)












