Tanah Datar (JMG) Partai Nasional Demokrat (NasDem) menegaskan komitmennya untuk bersikap tegas terhadap setiap kader yang terlibat dugaan tindak pidana korupsi. Sikap ini disebut sebagai bagian tak terpisahkan dari semangat restorasi yang sejak awal menjadi roh perjuangan politik Partai NasDem.
Ketua DPD Partai NasDem menegaskan, sejak didirikan hingga hari ini, NasDem selalu konsisten menempatkan integritas sebagai nilai utama kader. Hal tersebut, kata dia, merupakan pesan langsung dan berulang dari Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.
Semangat restorasi harus terejawantahkan dalam sikap dan tindakan kader yang berintegritas. Ini adalah prinsip yang selalu ditekankan oleh Ketua Umum kami, Bang Surya Paloh,” ujarnya.
Ia menambahkan, pesan serupa juga terus digaungkan oleh jajaran pimpinan pusat, termasuk Willy Aditya, yang hampir di setiap agenda partai selalu mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi integritas dan etika politik sebagai nafas perjuangan NasDem.
Komitmen tersebut, lanjutnya, juga ditegaskan di tingkat daerah. Ketua DPW Partai NasDem Sumatera Barat, Fadli Amran, secara konsisten mengingatkan seluruh kader agar menegakkan visi keterbukaan dan transparansi dalam menjalankan amanah politik.
Kami ingin seluruh kader menegakkan visi keterbukaan dan transparansi. Jika ada pengurus yang tidak amanah, kami siap melakukan evaluasi,” tegasnya, mengutip arahan Ketua DPW.
Sebagai Ketua DPD, ia mengaku masih menaruh kepercayaan penuh terhadap integritas kader-kader NasDem. Namun demikian, partai tidak akan memberikan toleransi sedikit pun apabila terbukti ada kader yang menggadaikan integritas dan mencoreng nama baik partai dengan terlibat dalam praktik korupsi.
Jika terbukti terlibat dan mencoreng nama partai, tentu kami tidak akan mentolerir perbuatan itu. Sikap partai jelas dan tegas,” katanya.
Sebaliknya, ia juga menegaskan bahwa apabila dugaan tersebut hanya berupa fitnah atau tuduhan tanpa dasar hukum yang kuat, maka Partai NasDem siap berdiri di garda depan untuk menuntut pemulihan nama baik partai dan kader yang bersangkutan.
Jika itu hanya fitnah, saya sebagai Ketua DPD siap bersama seluruh kader Partai NasDem menuntut pulihnya nama baik partai,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap keputusan di DPRD merupakan hasil kolektif lembaga, bukan ditentukan oleh satu orang anggota semata. Oleh karena itu, ia meminta agar aparat penegak hukum (APH) mengusut perkara secara menyeluruh, objektif, dan hingga ke akar persoalan.
Kami sangat menitipkan kepada APH untuk membongkar kasus ini secara terang-benderang dan tuntas,” katanya.
Lebih lanjut, Ketua DPD NasDem menyatakan keyakinannya terhadap profesionalisme Kejaksaan Negeri dalam menangani perkara tersebut, termasuk dugaan kasus-kasus korupsi lain yang ada di Kabupaten Tanah Datar.
Kami yakin Kejaksaan Negeri akan serius dan profesional dalam menuntaskan perkara ini. Apalagi Kepala Kejaksaan Negeri yang saat ini dikenal sebagai jaksa teladan dalam hal integritas,” ungkapnya.
Ia menegaskan, penuntasan kasus korupsi bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga menyangkut hak dasar masyarakat yang kerap terampas akibat penyalahgunaan anggaran.
Jangan sampai masyarakat Tanah Datar kehilangan hak atas jalan yang layak, layanan kesehatan, dan pendidikan yang baik hanya karena uang rakyat dikorupsi atau digunakan secara ugal-ugalan,” tutupnya.
(Rani)












