Editor : De Ola
Tanah Datar (JMG) – Alek Nagari Parambahan Sawah Batu Togak–Sawah Stoluak kembali digelar dengan meriah di Nagari Parambahan, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Rabu (21/01). Kegiatan adat yang sarat nilai budaya ini menjadi bukti nyata komitmen masyarakat dalam menjaga dan melestarikan tradisi Pacu Jawi sebagai identitas Minangkabau sekaligus potensi unggulan pariwisata daerah.
Acara tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, Forkopimca, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ratusan masyarakat yang antusias menyaksikan tradisi Pacu Jawi yang telah turun-temurun dilaksanakan.
Sambutan Bupati Tanah Datar
Bupati Tanah Datar Eka Putra, S.E., M.M., yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati, Drs. Elizarnur, S.H., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat Nagari Parambahan atas terselenggaranya Alek Nagari tersebut.
Menurutnya, Alek Nagari dan Pacu Jawi bukan sekadar hiburan rakyat, namun merupakan warisan budaya yang mengandung nilai adat, kebersamaan, serta kearifan lokal yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar sangat mendukung kegiatan adat seperti Alek Nagari ini. Selain menjaga identitas budaya Minangkabau, Pacu Jawi juga memiliki daya tarik wisata yang luar biasa dan berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Elizarnur saat membacakan sambutan Bupati.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam menjaga adat, budaya, serta keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan kegiatan.
Sambutan Wali Nagari Parambahan
Wali Nagari Parambahan, H. Robi Yasdi, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam terselenggaranya Alek Nagari Parambahan tahun ini.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tanah Datar Riswandi, S.Pd., M.Pd., Forkopimca, Kerapatan Adat Nagari (KAN), Badan Permusyawaratan Rakyat Nagari (BPRN), Ketua PORWI Kabupaten Tanah Datar Aresno Dt Andomo, perangkat nagari, serta seluruh tamu undangan dan masyarakat yang hadir.
Kami atas nama Pemerintah Nagari Parambahan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi, baik moril maupun materil, sehingga Alek Nagari Parambahan ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” ungkap H. Robi Yasdi.
Ia berharap kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi, memperkuat rasa kebersamaan, serta menjadi momentum untuk terus menjaga adat dan budaya nagari.
Sambutan Ketua PORWI Tanah Datar
Sementara itu, Ketua Persatuan Olahraga Pacu Jawi (PORWI) Kabupaten Tanah Datar, Aresno Dt Andomo, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan Alek Nagari Pacu Jawi di Nagari Parambahan.
Ia menegaskan bahwa Pacu Jawi merupakan olahraga tradisional yang membutuhkan dukungan bersama agar tetap lestari dan dikenal hingga tingkat nasional maupun internasional.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Pemerintah Nagari Parambahan, para pemilik jawi, joki, panitia, serta seluruh masyarakat yang telah ikut menyukseskan Pacu Jawi ini,” kata Aresno Dt Andomo.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan ini menunjukkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat Tanah Datar dalam menjaga tradisi leluhur.
Alek Nagari Parambahan Sawah Batu Togak–Sawah Stoluak tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, namun juga menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan tersebut, tradisi Pacu Jawi diharapkan terus hidup dan menjadi kebanggaan Kabupaten Tanah Datar.
(RN)












