KGBN Tanah Datar dan Sekolah Cikal Salurkan 3,5 Ton Beras untuk Korban Bencana Sumbar.

Editor : Hari Styn

Tanah Datar,(  JMG ) Pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat, solidaritas lintas daerah dan komunitas kembali menunjukkan perannya. Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Kabupaten Tanah Datar bersama Yayasan Guru Belajar Foundation dan Sekolah Cikal Jakarta menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di beberapa kabupaten/kota di Sumbar.
Bantuan yang disalurkan berupa 3,5 ton beras, paket sembako, kasur, serta kebutuhan dasar lainnya, yang diperuntukkan bagi korban bencana di Kabupaten Tanah Datar, Agam, Padang, Pasaman, dan Pesisir Selatan. Penyaluran ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas dunia pendidikan terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi.
Pengumpulan bantuan dilakukan melalui partisipasi sivitas Sekolah Cikal dan Yayasan Guru Belajar Foundation, yang kemudian dipercayakan penyalurannya kepada KGBN Kabupaten Tanah Datar. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa komunitas pendidikan tidak hanya hadir di ruang kelas, tetapi juga aktif dalam merespons kondisi darurat sosial.
Di Nagari Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, salah satu wilayah terdampak cukup parah, tercatat sekitar 50 persen guru PAUD terpaksa mengungsi akibat bencana. Kondisi ini memantik perhatian khusus dari KGBN Tanah Datar dalam pendistribusian bantuan.
Ketua PD Himpaudi Kabupaten Tanah Datar, Gusti Indri Yeni, S.Pd, mengaku terharu atas kepedulian yang diberikan. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada KGBN Tanah Datar dan seluruh pihak yang telah bergerak membantu para pendidik dan masyarakat di Nagari Malalo. “Ini bukan sekadar bantuan logistik, tetapi juga dukungan moril bagi para guru PAUD yang terdampak langsung,” ujarnya, Sabtu (20/12).
Sementara itu, Ketua KGBN Kabupaten Tanah Datar, Metria Eliza, menjelaskan bahwa khusus di Nagari Malalo bantuan yang disalurkan meliputi 50 karung beras, 50 paket sembako, kasur, serta kebutuhan pokok lainnya, yang diprioritaskan bagi guru PAUD dan keluarga terdampak bencana.
Ia menambahkan, setelah penyaluran di Tanah Datar rampung, distribusi bantuan akan dilanjutkan ke Kabupaten Agam, Pasaman, dan Pesisir Selatan, sesuai dengan data wilayah terdampak dan kebutuhan mendesak di lapangan.
“Gerakan ini adalah bentuk nyata solidaritas guru dan komunitas pendidikan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para korban serta menjadi penguat semangat untuk bangkit kembali pascabencana,” pungkas Metria Eliza.

( RN )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *