Editor : De Ola
Pasaman, (JMG) – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pasaman ke-80, Pemerintah Kabupaten Pasaman menggelar kegiatan edukatif berupa Simulasi dan Mitigasi Bencana bagi anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK). Acara yang dirangkai dengan sesi Mendongeng Bersama Bupati, Wakil Bupati, dan Forkopimda ini dipusatkan di GOR Tuanku Rao, Lubuk Sikaping pada hari Rabu tanggal 1 Oktober 2025.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten I Setda Kabupaten Pasaman Teddy Martha yang mewakili Bupati Pasaman dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa HUT ke-80 menjadi momentum penting untuk menghadirkan program yang tidak hanya meriah, tetapi juga bermanfaat bagi generasi penerus.“Pasaman merupakan daerah dengan potensi bencana alam yang cukup tinggi, mulai dari gempa bumi, banjir, longsor, hingga letusan gunung. Bencana memang tidak bisa dihindari, tetapi risikonya bisa diminimalkan dengan pengetahuan, kesiapsiagaan, dan kepedulian sejak dini,” jelas Teddy.
Acara ini diikuti sekitar 100 anak PAUD dan TK sederajat se-Kecamatan Lubuk Sikaping, yang hadir bersama guru serta orang tua pendamping. Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan, serta Kepala BPBD Kabupaten Pasaman.
Metode mendongeng dipilih sebagai pendekatan kreatif agar pesan tentang kesiap-siagaan bencana lebih mudah dipahami oleh anak-anak. Lewat cerita yang sederhana, peserta diajarkan langkah praktis, seperti melindungi kepala saat gempa atau mencari tempat tinggi ketika terjadi banjir.
Teddy Martha menekankan bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepercayaan diri, serta kepedulian sosial dan lingkungan.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Mendongeng dan Mitigasi Bencana dalam rangka HUT ke-80 Kabupaten Pasaman resmi dibuka,” ucapnya mengakhiri sambutan.
Acara Edukasi Mitigasi bencana ini terlaksana dengan baik dan sukses, semua peserta mendapatkan edukasi yang sangat berharga dalam upaya menyikapi kemungkinan-kemungkinan bencana alam yang terjadi.(Doni)












