Tangis Korban Kebakaran Parambahan DPRD Sumbar Zuldafri Darma Hadir Bawa Penguatan

Editor : Hari Styn

Tanah Datar ( JMG ) Musibah kebakaran kembali menyelimuti Kabupaten Tanah Datar. Minggu (28/9/2025) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB, si jago merah melahap tiga unit rumah semi permanen di Jorong Tigo Batua, Nagari Parambahan, Kecamatan Lima Kaum. Sedikitnya tujuh kepala keluarga harus kehilangan tempat tinggal, dengan estimasi kerugian mencapai Rp1,5 miliar.

Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik yang dengan cepat menjalar ke bangunan lain. Warga setempat bersama petugas berupaya memadamkan kobaran api, namun derasnya hembusan angin membuat api sulit dikendalikan hingga rumah-rumah tersebut rata dengan tanah.

Di tengah duka mendalam, kedatangan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi Golkar, Zuldafri Darma, didampingi Wali Nagari Parambahan, Robi Yasdi, menjadi penguat hati para korban. Zuldafri menegaskan bahwa dirinya bersama pemerintah daerah akan berupaya mencari solusi terbaik agar masyarakat yang terdampak tidak berlarut dalam kesedihan.

“Musibah ini adalah cobaan berat, tapi kita tidak boleh menyerah. Saya akan berkoordinasi dengan pihak provinsi maupun pusat agar ada bantuan nyata yang dapat segera meringankan beban masyarakat di sini,” ungkap Zuldafri saat meninjau lokasi kebakaran.

Ia juga mengimbau warga untuk tetap waspada serta lebih memperhatikan faktor keamanan rumah tangga, khususnya instalasi listrik, agar musibah serupa tidak kembali terulang.

Di sisi lain, harapan besar datang dari salah satu korban, Nofriyeni. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan keinginan sederhana untuk kembali memiliki rumah layak huni.
“Kami tidak menginginkan rumah mewah. Cukuplah ada tempat untuk berteduh, agar kami tidak lagi menumpang atau mengontrak, karena kondisi ekonomi kami sangat berat. Mudah-mudahan Bapak Zuldafri bisa menjadi perpanjangan tangan kami hingga ke pusat,” tutur Nofriyeni penuh harap.

Kehadiran wakil rakyat tersebut menjadi “obat penawar” sementara di tengah duka, sekaligus menumbuhkan optimisme baru bagi para korban yang kini masih menunggu uluran tangan pemerintah dan dermawan.

( RN )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *