Ricuh di Semifinal Walinagari Baringin Cup 1, Wasit Garis Jadi Korban Pengeroyokan.

Editor : Hari Styn

Tanah Datar ( JMG ) Laga semifinal Turnamen Walinagari Baringin Cup 1 yang mempertemukan Sigarungguang FC melawan Kampung Baru FC, Jumat sore (5/9), berakhir ricuh. Kericuhan dipicu protes keras seorang pemain terhadap keputusan wasit garis yang kemudian berujung pengeroyokan hingga menyebabkan wasit garis, Weski, mengalami luka serius di kepala dan tubuh.

Insiden bermula saat pemain Kampung Baru FC, Rafa Fernando Garsia, tidak menerima keputusan offside di menit ke-50. Ia melampiaskan protes dengan menyundul kepala ke arah wasit garis. Tak terima, Weski sempat membalas dengan pukulan. Situasi memanas ketika sejumlah suporter Kampung Baru FC turun ke lapangan dan melakukan pengeroyokan terhadap Weski, membuat pertandingan terhenti dan tidak bisa dilanjutkan.

Padahal, sejak awal pertandingan berjalan cukup seru. Sigarungguang FC unggul lebih dulu 1-0 di babak pertama, sementara Kampung Baru FC tampil agresif di babak kedua untuk mengejar ketertinggalan. Namun, keputusan offside inilah yang menjadi titik awal kericuhan besar.

Ketua Panitia Turnamen, Bayu Gaskin, menyatakan sangat menyayangkan peristiwa ini.

Sementara itu, Walinagari Baringin, Rahmat Aliyah Andri, Amd, menegaskan pihaknya akan mendorong penanganan serius dari aparat.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi Weski masih dalam perawatan medis. Polisi dilaporkan telah mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat pengeroyokan untuk dimintai keterangan.

Kericuhan ini menjadi catatan kelam dalam perhelatan perdana Walinagari Baringin Cup 1, yang awalnya diharapkan berlangsung meriah, aman, dan penuh persaudaraan. Banyak pihak berharap insiden ini bisa menjadi pelajaran penting agar sepak bola antar nagari tetap menjunjung tinggi sportivitas dan kekompakan.

( Ranny )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *