Editor : Hari Styn
Gunungkidul ( JMG ) Gelaran Handayani Bonsai Fest 2025 yang berlangsung sejak 10 Juni resmi ditutup pada Minggu (22/6) di Lapangan Demang Wonopawiro, Piyaman, Wonosari. Selama lima hari, pameran dan kontes bonsai bertema “Hamemayu Hayuning Bawana dan Ajang Promosi Wisata” ini sukses menarik lebih dari 5000 pengunjung dan mencatat total omzet lebih dari Rp400 juta, yang berasal dari transaksi bursa bonsai serta bazar produk ekonomi kreatif.
Kegiatan ini menggunakan anggaran Dana Keistimewaan, merupakan kolaborasi antara Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul dan Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI). Tak hanya menghadirkan 708 pohon bonsai dari berbagai daerah, event ini juga membuktikan kekuatan ekonomi kreatif berbasis budaya.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Oneng Windu Wardana,S.Si., M.Si., menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dan kontribusi para pecinta ponsai seluruh Indonesia.
“Kami menyampaikan terima kasih atas partisipasi seluruh pihak. Handayani Bonsai Fest tidak hanya memperkenalkan keindahan bonsai, tapi juga menjadi ruang transaksi, promosi, dan edukasi. Dengan omzet mencapai Rp400 juta, ini membuktikan bonsai dan ekraf adalah potensi nyata dalam pembangunan pariwisata Gunungkidul,” ungkapnya.
Lebih jauh, Kadis Pariwisata menegaskan komitmen pihaknya dalam mendorong event-event kreatif yang mampu menggugah identitas lokal dan memberdayakan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Paniradya Pati Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho, S.P., M.Si., menilai keberhasilan acara ini sebagai perwujudan semangat keistimewaan yang hidup di tengah masyarakat.
“Ini bukan sekadar pameran, tapi gerakan budaya yang mengakar. Dana Keistimewaan hadir untuk mendukung kegiatan yang menjaga nilai tradisi sekaligus mendorong ekonomi kreatif. Kami bangga dapat berkolaborasi dan melihat hasil yang konkret seperti ini,” ucapnya.
Menurutnya, bonsai bukan hanya tentang keindahan bentuk, melainkan filosofi merawat, membentuk, dan menghargai proses. Itulah nilai yang sejalan dengan visi Yogyakarta sebagai daerah istimewa berbasis budaya.
Sebagai catatan, Handayani Bonsai Fest 2025 menghadirkan 708 peserta dari berbagai daerah, termasuk DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sumatera dan Kalimantan. Selain kontes bonsai, event ini juga dilengkapi dengan sarasehan budaya, demo perawatan bonsai, dan bazar UMKM kreatif.
Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul berencana menjadikan Handayani Bonsai Fest sebagai agenda tahunan, sekaligus mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif berbasis komunitas dan budaya secara lebih luas ke depan.
( Hari S )












