Pasca Tayangnya Pemberitaan Pencairan Anggaran Pakai Tanda Tangan Palsu, Ucapan Saling Tuduh pun Bermunculan

Editor : De Ola

Padang Pariaman (JMG) – Polemik tanda tangan palsu dalam beberapa lembar kwitansi pencairan anggaran yang bersumber dari Uang Negara pada kegiatan Gerakan Kebugaran Jasmani untuk kelompok Masyarakat , Perusahaan dan Lansia serta Pengukuran Kebugaran Calon Jemaah Tahun 2025 di Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, terus menjadi perhatian Masyarakat khususnya warga Padang Pariaman . Viralnya Pemberitaan tersebut bahkan mendapatkan tanggapan di berbagai pihak .

Kantor Dinas Kesehatan yang diduga dijadikan sebagai tempat pencairan anggaran kegiatan kedinasan pada tanggal 24 April 2025 lalu , berdasarkan data yang falid , pada tiga (3) lembar kwitansi yang telah di cairkan , diduga kuat memakai tanda tangan palsu , terkesan di biarkan , luput dari perhatian dan pengawasan pihak-pihak terkait . Padahal , setiap lembaran kwitansi pencairan anggaran bertulisankan , di SETUJUI di BAYAR KUASA PENGGUNA ANGGARAN a/n EM.SKM.Mkes.

Rabu 14 Mei 2025 , tim JEJAK MEDIA GROUP (JMG) Kota Padang mendatangi Kantor Dinas kesehatan untuk kepentingan konfirmasi . Kedatangan tim JMG disambut baik oleh dr Efri Yeni selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman . Dia membenarkan dan mengatakan , Saya akan panggil semua pihak yang berkaitan dalam kwitansi tersebut , mohon bersabar dulu.

“Semua Nama yang ada tertulis dalam kwitansi tersebut segera kita panggil sesuai instruksi Inspektorat dan Inspektorat pun telah menyerahkan permasalahan ini untuk secepatnya di selesaikan secara internal , karena kemaren libur panjang , hari ini kami baru masuk Kantor , beri saya waktu , dan nanti di infokan ,” kata dr Efri Yeni di ruang kerjanya (14/5).

Berdasarkan informasi yang didapat JMG , setelah tayangnya Pemberitaan (13/5) dengan judul ; Pencairan Anggaran Kegiatan Kebugaran Jasmani dan Pengukuran Kebugaran Calon Jemaah Tahun 2025 Pakai Tanda Tangan Palsu , Suasana lingkungan ASN di Dinas Kesehatan Padang Pariaman mulai panas panas dingin , bahkan , kalimat saling serang pun sering di dengar melalui bisik- bisik tetangga , Sinetron demi sinetron mulai di perankan oleh pemeran utama untuk saling menuduh .

Seperti suara ancaman akan melapor balik si pelapor nama baik , akan mencari sumber yang memberi informasi kepada Wartawan , akan mencari orang orang yang menemani pengadu ke INSPEKTORAT, ada pula yang bilang aneh dalam SPJ tertulis nasi kotak , tau-tau berubah jadi nasi bungkus , melobi- lobi , Seseorang , semua itu sepertinya memang sengaja di mainkan , tapi ini kenyataan , tidak bisa di lengahkan begitu saja , Inspektorat dan Kepala Dinas Kesehatan pun harus bersikap tegas dan jujur , Adil dan transparan untuk membongkar otak pemalsuan tanda tangan ini , sebut sumber.

Hingga berita ini di tayangkan , Siapa Otak di balik Pemalsuan tanda tangan Suarnita,SKM masih belum membuahkan hasil yang nyata atau sebaliknya pihak terkait pun ikut melindungi perbuatan yang jelas-jelas sangat bertentangan sekali dengan Etik- disiplin ASN (Heri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *