Editor : Hari S
Boyolali ( JMG ) Bencana Alam Angin puting beliung terjadi di wilayah Boyolali, Banyudono Desa Batan, dan desa Bangak. Jumat 9 Mei 2025.
BMKG Boyolali memperingatkan warga agar tetap tenang berhati hati. Sebelumnya angin puting beliung terjadi di Kota Solo di wilayah Gendengan Solo telah menumbangkan banyak pohon pohon besar, baliho dan bahkan merusak rumah rumah warga merobohkan atap genting warga.
Kini angin puting beliung terjadi di wilayah kabupaten Boyolali, kecamatan Banyudono Desa Batan. Bencana alam angin puting beliung banyak merobohkan pohon pohon besar bahkan Cemara yang berada dipinggir jalan raya Bangak – Simo telah tumbang didesa Batan menutup jalan raya menuju Simo.
Warga setempat dibantu aparat kepolisian bergotong royong menyingkirkan pohon Cemara yang melintang di jalan raya.
Pohon Cemara yang sudah ratusan tahun peninggalan jaman penjajahan Belanda, pohon Cemara yang tepatnya didepan bekas komplek PNP XIX Bangak ini adalah bekas dulunya Pabrik Gula di era jaman penjajahan Belanda.
Bekas Pabrik Gula tersebut selanjutnya digunakan BUMN didirikan PNP XIX Bangak adalah Perusahaan Negara Perkebunan ini perusahaan milik Negara. Tapi entah kenapa sekarang kok bisa alih tangan menjadi milik Perusahaan Rokok Djitoe.
Seharusnya pemerintah pusat, maupun pemerintah Propinsi dan Pemkab mengaudit PNP XIX milik Negara ini bisa difungsikan pemerintah Kabupaten Boyolali dikelola bisa membuka lapangan pekerjaan untuk rakyat, tidak di alihkan tangan menjadi milik pribadi padahal aset PNP XIX dan komplek komplek perumahan milik Negara ini bisa dijaga dan dipertahankan.
( Dwi N )






