Padang Pariaman, (JMG) – Terkejut seakan tidak percaya. Inilah jawaban Ajo Aat (sesuai nama yang didapat) pemilik SPBU 14.255.590 Pauh Kamba Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Jawaban Aat secara singkat saat dikonfirmasi JMG (25/9) lalu, terkesan tidak yakin dan membantah tentang adanya penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Bio Solar di SPBU miliknya.
“Benar saya pemilik SPBU Pauh Kamba. Apa yang bisa saya bantu? Maaf dari mana dapat nomor telfon saya?”, tulis Aat melalui pesan WhatsAppnya.
“Saya tidak pernah mengizinkan pelansiran apalagi penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Bio Solar di SPBU itu. Kecuali bagi yang sudah memiliki surat rekomendasi dari dinas terkait”, jawab Aat.

Maraknya penyalahgunaan dan pelansiran BBM bersubsidi di SPBU Pauh Kamba Padang Pariaman yang terciduk kamera awak media saat melakukan pengisian belasan jerigen berkali-kali, untuk dibawa ke suatu tempat pada Minggu malam (22/9).
Sejumlah masyarakat pengantri pembelian BBM bersubsidi saling berdesakan karena tidak tahan ulah sikap oknum pelansir yang memanfaatkan BBM bersubsidi. Diduga oknum karyawan SPBU 14.255.590 Pauh Kamba bermain mata untuk memuluskan bisnis gelap tersebut ujar sumber JMG.
“Memang sering disini kita melihatnya. Jika sudah memasuki jam tengah malam, para pelansir berdatangan dengan kendaraannya untuk melakukan pengisian. Ini jelas sudah bertentangan dengan pasal 55 UU Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Saya sering melihat pelansir BBM bersubsidi sering berdatangan untuk melakukan aktivitas pengisian ke jerigen yang telah disiapkan dan dibawa menggunakan becak dan mobil”, tutur sumber.
Ditambahkannya, dia menilai dan menduga SPBU itu punya bekingan. Jika tidak, kenapa mereka kok berani sekali. Hampir setiap tengah malam kegiatan pelansitan BBM subsidi dijumpai. Aparat Penegak Hukum (APH) tidak tahu atau berpura-pura tidak tahu? tanya salah seorang pengendara mobil saat dimintai komentarnya oleh JMG.
Sementara itu, pihak pengawas/menejer SPBU 14.255.590 Pauh Kamba Padang Pariaman sesuai nama yang didapat (Momon) tidak pernah memberikan keterangan. Dikonfirmasi berkali-kali tidak menjawab. Chat WhatsApp pun tidak dibalas. (Heri)












